Selamat Datang Di Jakarta Piranti!
Solusi Tekanan Air Lemah: Pakai Pompa Booster Aja! Beli Disini!

Cara Kerja Pressure Switch Mesin Pompa Air

Cara Kerja Pressure Switch Mesin Pompa Air

Cara Kerja Pressure Switch Mesin Pompa AirPressure switch merupakan komponen yang ada pada mesin pompa air yang memiliki fungsi sebagai otomatis atau kontrol mati dan nyalanya pompa. Secara fungsi nya untuk pressure switch dalam prosesnya ada input, kontrol proses dan output.

Cara Kerja Pressure Switch Mesin Pompa Air

Dalam proses kerja pressure switch semua dilakukan di dalam body dimana semua komponen-komponen dapat bekerja. Biasanya untuk bagian ini menggunakan material plastik dimana semakin mahal pressure switch maka body nya akan semakin kuat dan kokoh.

Input Pressure Switch

Untuk bagian input terdiri dari probe/membran yang langsung berhubungan dengan tekanan yang akan dibaca, bagian ini bersentuhan dengan air dan bersifat flexible. Berbentuk seperti membran.

Proses Kontrol Pressure Switch

Proses Kontrol nya terdiri dari pegas spiral yang akan tertekan oleh membran bila tekanan air meningkat. Kekuatan pegas bisa diatur oleh baut pengatur. Yang sebenarnya kita tidak perlu mengeset lagi, karena sudah disesuaikan oleh pembuat.

Pegas daun dan tuas – Mekanisme tuas dan pegas daun adalah satu kesatuan. Fungsi utama adalah mengatur gap set point ON dan OFF sehingga tidak terjadi hunting, atau pompa ON-OFF secara terus menerus.

Output Pressure Switch

Anak Kontak – Adalah mekanisme terakhir dari sebuah pressure switch. Anak kontak adalah komponen listrik untuk menghubungkan arus listrik.

Cara Kerja Pressure Switch Mesin Pompa Air

Secara singkat prinsip kerja bisa dijabarkan sebagai berikut.

Bila tekanan air meningkat, membran akan terdorong ke dalam. Berikutnya pegas akan terdorong juga. Tuas akan terdorong dan akan mendorong pegas daun, pegas daun yang mendorong tuas terakhir yang akan membuka anak kontak. Singkat kata pompa mati.

Bila ada pemakain air, tekanan air akan berkurang, membran akan tertarik keluar. Pegas spiral juga akan mengembang, tuas akan ikut bergerak, pagas daun akan terdorong juga. Pegas daun akan menarik tuas dan menutup anak kontak. Pompa akan menyala.

Pegas daun, berfungsi membedakan antara set point ON dan OFF, tekanan yang umum dipakai 1.1 kg/cm2 untuk ON dan 1.8 kg/cm2 untuk OFF. Gap ini akan memberikan jeda untuk ON dan OFF. Secara jangka panjang akan membuat pompa jadi lebih awet. Walau keawetan juga dipengaruhi oleh cara penggunaan dan tentu saja kualitas dari pompa itu sendiri.

Contoh pressure switch adalah Shimizu, tapi prinsip kerjanya sama. Semisal merek Panasonic, Sanyo, DAB, Wasser, dan lain-lain.

Berdasarkan pengalaman lebih baik menempatkan tandon diatas, dan menggunakan pompa untuk mengisi tandon tersebut. Bila air dalam tandon akan habis, segera isi air, dan matikan pompa bila air sudah hampir penuh. Yang secara praktek akan menghilangkan fungsi dari pressure switch. Nantinya bisa dipasang sensor level otomatis diatas tandon. Bila air hampir habis atau hampir penuh, akan menyalakan atau mematikan pompa secara otomatis.

Keuntungan, pompa lebih awet, akan mempunyai lebih banyak cadangan air, tidak ada tekanan tinggi dalam pipa. Kekurangan, sistemnya lebih mahal dengan tambahan tandon, dan support tandonnya yang harus tinggi.

Sumber : kompasiana

Shop
Search
Akun Saya
0 Wishlist
0 Cart
Keranjang Belanja

Keranjang kosong

Anda dapat memeriksa semua produk yang tersedia dan membeli beberapa di toko Jakarta Piranti

Kembali ke toko